Selamat Atas Pengukuhan Prof.Dr.dr.Pradana Soewondo, SpPD-KEMD, Sebagai GURU BESAR Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia



17-03-2014
12th Congress of the International Association for the Study of Obesity (IASO)
Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia

13-11-2013
AFES 2013
The Ritz Carlton Hotel Mega Kuningan, Jakarta, Indonesia

06-09-2013
PDCI GP Cabang Surabaya
Hotel Bisantara Bidakara, Surabaya

01-09-2013
Workshop Astra Zeneca
Surabaya

24-08-2013
Aceh Endocrinologi and Diabetes Update
Banda Aceh

24-08-2013
INSPIRE INTERNIS
Surabaya

23-08-2013
INSPIRE INTERNIS
Banda Aceh

01-06-2013
Jakata Endocrine Meeting 2013

Aktivitas Fisik Sebagai Faktor Utama yang Mempengaruhi Sensitivitas Insulin
19 October 2008, 08:09:18

Aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang dapat diubah pada penyandang diabetes tipe 2, sebagian melalui kerjanya terhadap sensitivitas insulin. Studi ini akan melaporkan hubungan antara sensitivitas insulin dengan aktivitas fisik yang diukur menggunakan akselerometri. Studi cross-sectional ini melibatkan 346 pria dan 455 wanita berusia 30-60 tahun, tanpa penyakit kardiovaskular dan tidak dalam pengobatan diabetes, hipertensi, dislipidemia, atau obesitas. Partisipan didapatkan dari 18 klinik pusat pada 13 kota di Eropa.

Sensitivitas insulin partisipan diukur dengan klem hiperinsulinemik-euglikemik dan aktivitas fisik direkam dengan akselerometri rata-rata selama 6 hari. Melalui studi ini dipelajari hubungan antara sensitivitas insulin dengan aktivitas total (dalam hitungan per menit), persen waktu yang digunakan untuk bermalas-malasan, persen waktu untuk aktivitas ringan, serta intensitas aktivitas (apakah partisipan melakukan beberapa aktivitas berat atau aktivitas sedang).

Hasil yang didapat dari studi ini adalah bahwa pada pria dan wanita, aktivitas total berhubungan dengan sensitivitas insulin (p<0,0001). Waktu yang dihabiskan untuk bermalas-malasan, aktivitas ringan, dan intensitas aktivitas juga berhubungan dengan sensitivitas insulin (p<0,0004/0,01; 0,002/0,03; 0,02/0,004, secara berturut-turut untuk pria/wanita), tetapi menjadi kurang bermakna ketika disesuaikan dengan aktivitas total. Penyesuaian terhadap hal-hal yang mengacaukan seperti adipositas melemahkan hubungan dengan aktivitas total. Bahkan pada 25% individu yang paling banyak bermalas-malasan, aktivitas total berhubungan secara signifikan dengan sensitivitas insulin yang lebih baik (p<0,0001).

Dari studi ini dapat disimpulkan bahwa akumulasi aktivitas fisik sehari-hari merupakan faktor utama yang menentukan sensitivitas insulin. Sedangkan waktu yang dihabiskan untuk bermalas-malasan, waktu yang dihabiskan untuk aktivitas ringan, serta aktivitas sedang atau berat tidak mempengaruhi sensitivitas insulin jika disesuaikan dengan aktivitas total. tanti

Balkau B, Mhamdi L, Oppert JM, Nolan J, Golay A, Porcellati F, et al. Physical Activity and Insulin Sensitivity. Diabetes 57:2613-2618, October 2008.