Selamat Atas Pengukuhan Prof.Dr.dr.Pradana Soewondo, SpPD-KEMD, Sebagai GURU BESAR Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia



17-03-2014
12th Congress of the International Association for the Study of Obesity (IASO)
Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia

13-11-2013
AFES 2013
The Ritz Carlton Hotel Mega Kuningan, Jakarta, Indonesia

06-09-2013
PDCI GP Cabang Surabaya
Hotel Bisantara Bidakara, Surabaya

01-09-2013
Workshop Astra Zeneca
Surabaya

24-08-2013
Aceh Endocrinologi and Diabetes Update
Banda Aceh

24-08-2013
INSPIRE INTERNIS
Surabaya

23-08-2013
INSPIRE INTERNIS
Banda Aceh

01-06-2013
Jakata Endocrine Meeting 2013

7th JEM 2011, Mengasah Kemampuan Klinis Masalah Endokrin
27 December 2011, 10:00:25


Sesuai dengan namanya, Divisi Metabolik Endokrin mencakup baik bidang endokrinologi metabolik maupun diabetes. Namun pada praktiknya, kasus yang ditemui didominasi oleh kasus-kasus diabetes sehingga permasalahan lain di bidang endokrin sering terabaikan. Atas dasar itulah, diadakan Jakarta Endokrine Meeting (JEM).

Selama ini, penanganan kasus-kasus yang ditangani oleh Divisi Metabolik Endokrin di Unit Rawat Jalan Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkusumo digolongkan menjadi penanganan poliklinik diabetes melitus dan tiroid. Kasus-kasus hipofisis, paratiroid, adrenal, gonad, dan osteoporosis dimasukkan ke dalam poliklinik tiroid. Namun, tingginya angka kejadian diabetes melitus di Indonesia menyebabkan kurangnya perhatian para dokter terhadap kasus-kasus endokrin yang lain. Padahal, penting bagi dokter, baik dokter umum maupun spesialis, untuk mendiagnosis dan menata laksana penyakit-penyakit di bidang endokrinologi secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), bekerja sama dengan Perhimpunan Endokrinologi Indonesia cabang Jakarta (PERKENI) Jaya mengadakan acara JEM.

Acara JEM yang ke-7 ini diadakan di Hotel Nikko Jakarta pada tanggal 11-12 Juni 2011. Pertemuan yang dihadiri lebih dari tiga ratus peserta ini dipenuhi oleh beragam praktisi kesehatan dari berbagai disiplin ilmu. Pembicara pada JEM 2011 ini tidak hanya berasal dari dokter spesialis penyakit dalam, tetapi juga mengundang narasumber ahli dari disiplin ilmu radiologi, ilmu kesehatan anak, dan bedah onkologi.

Walaupun hanya dilaksanakan selama dua hari, acara ini tergolong efektif karena di dalamnya terdapat berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi para dokter untuk meningkatkan pengatahuan di bidang endokrinologi. Seminar-seminar dalam acara ini pun berlangsung secara interaktif dan disampaikan secara menarik dengan berbagai ilustrasi kasus yang merangsang para dokter untuk berpikir aktif. Pada akhir sesi, para peserta tampak sangat antusias bertanya dan berdiskusi dengan narasumber ahli.

Selaku ketua panitia JEM 2011, dr. Suharko Soebardi, SpPD-KEMD mengaku senang dengan pelaksanaan acara ini. Beliau mengatakan, “Kami senang karena tujuan kami untuk mengangkat topik endokrinologi mendapatkan sambutan yang sangat baik dari para peserta. Semula kami menargetkan peserta sebanyak tiga ratus orang, namun ternyata para dokter sangat antusias dan acara ini dihadiri oleh lebih dari tiga ratus peserta.” Berbeda dengan JEM sebelumnya, pada JEM tahun ini diperkenalkan teknik washing sclerosis oleh dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD-KEMD. Selain itu, salah satu sesi yang banyak menyedot perhatian para peserta adalah penayangan video operasi oleh dr. Erwin D. Julian, SpB(K)Onk yang bertujuan untuk mengenalkan prosedur tiroidektomi secara endoskopi. Selama dua hari berturut-turut juga diadakan presentasi poster ilmiah yang diikuti oleh peserta dari berbagai institusi.

Tidak hanya seminar dan poster, di luar acara ini juga diadakan simposium pendidikan kedokteran berkelanjutan yang dibawakan oleh dua pembicara ternama, yaitu Prof. Ralph de Fronzo, M.D., B.M.S., M.S., B.S. dan Prof. DR. dr. Sarwono Waspadji, SpPD-KEMD. Profesor de Fronzo membahas mengenai algoritma penanganan diabetes mellitus dan menyampaikan peran salah satu antidiabetik oral pada Algoritme B6 yaitu pioglitazone, sedangkan Prof. Sarwono membahas mengenai resistensi insulin di Indonesia. Walaupun simposium ini dilaksanakan hingga larut malam, para peserta tampak antusias dan menanggapi presentasi kedua pembicara dengan baik.

Hal istimewa lain yang berlangsung pada JEM 2011 adalah peluncuran komunitas tiroid. Komunitas ini bertujuan sebagai media komunikasi bagi para dokter untuk berdiskusi mengenai kasus-kasus tiroid dan endokrinologi lain yang ditemui dalam praktik sehari-hari. Dalam komunitas ini, para dokter juga dapat berbagi pengalaman, informasi baru, mengajukan pertanyaan, hingga konsultasi kasus yang kemudian akan dibahas oleh para pakar endokrinologi.

Patut diacungi jempol, acara meriah JEM 2011 ini hampir bebas sponsor. Pihak sponsor yang ada hanya memfasilitasi acara ini, namun tidak ada pesan sponsor yang mempengaruhi materi yang disampaikan dalam seminar. Sebagai penutup, dr. Suharko berpesan agar para dokter, baik dokter umum maupun spesialis, senantiasa merespon baik terhadap pelaksanaan acara seperti JEM 2011 ini. “Semoga dengan adanya JEM 2011, pengetahuan di bidang endokrinologi para dokter akan semakin kaya dan terasah,” pesan dr. Suharko kepada seluruh pembaca Buletin PERKENI. Dimas