Selamat Atas Pengukuhan Prof.Dr.dr.Pradana Soewondo, SpPD-KEMD, Sebagai GURU BESAR Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia



17-03-2014
12th Congress of the International Association for the Study of Obesity (IASO)
Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia

13-11-2013
AFES 2013
The Ritz Carlton Hotel Mega Kuningan, Jakarta, Indonesia

06-09-2013
PDCI GP Cabang Surabaya
Hotel Bisantara Bidakara, Surabaya

01-09-2013
Workshop Astra Zeneca
Surabaya

24-08-2013
Aceh Endocrinologi and Diabetes Update
Banda Aceh

24-08-2013
INSPIRE INTERNIS
Surabaya

23-08-2013
INSPIRE INTERNIS
Banda Aceh

01-06-2013
Jakata Endocrine Meeting 2013

Mengamati Status Gizi, Mewaspadai Sindrom Metabolik
(Sebuah resensi buku ?Pengkajian Status Gizi, Studi Epidemiologi?)
21 June 2008, 12:49:29

Abad ke-20 memang tepat disebut sebagai era modernisasi. Penyakit-penyakit infeksi mulai bergeser menjadi penyakit degeneratif. Sindrom metabolik menjadi hal yang patut diwaspadai. Masalahnya, gaya hidup memang sulit diubah. Gaya hidup makan berlebihan, kurang olah raga, stress, dan serba mudah menjadi tren masyarakat perkotaan. Para dokter yang bergerak di bidang sindrom metabolik dan diabetes pun ekstra kerja keras mencari faktor-faktor risiko, status gizi, dan berbagai variabel penentu pada pasien-pasien ini. Semuanya agar ditemukan berbagai faktor yang memudahkan seseorang terkena sindrom metabolik.

Buku setebal 250 halaman ini memberi gambaran bagaimana penelitian di bidang ilmu gizi dan sindrom metabolik dijalankan oleh tim Pusat Diabetes dan Lipid FKUI/RSCM dan Instalasi Gizi RSCM. Sebagian besar bertujuan menemukan hubungan variabel terkait dengan keluaran penyakit pada subjek, dibandingkan subjek yang sehat. Membahas enam penelitian observasional secara jelas, buku ini dapat menjadi referensi bagi peneliti-peneliti lain di pusat pendidikan, pusat penelitian, serta bagi mahasiswa-mahasiswa kedokteran peserta PPDS maupun dokter umum.

Penelitian pertama yang dibahas adalah penelitian dengan judul ?Asupan Energi dan Beberapa Zat Gizi pada Penderita Hiperlipidemia?. Penelitian dilakukan di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur dengan menggunakan RS Ongko Mulyo terhitung mulai Agustus 1993-Januari 1994. Populasi sasaran penelitian adalah seluruh keluarga Kelurahan Kayu Putih, baik laki-laki maupun perempuan.

Sampel dari penelitian ini berjumlah 80 orang terbagi dalam dua kelompok, yaitu 40 orang kelompok penderita hiperlipidemia dan 40 orang kelompok non-hiperlipidemia. Rata-rata asupan kalori pada penderita lebih tinggi daripada asupan kalori non-hiperlipidemia (2202,4 kal berbanding 1952, 8 kal). Persentase sumbangan gula murni terhadap jumlah kalori pada kedua kelompok tidak jauh berbeda (2,7% pada kelompok penderita dan 3,3% pada kelompok non-hiperlipidemia). Berdasarkan uji-t diperoleh bahwa orang dengan asupan kalori lebih berlebih memiliki risiko menderita hiperlipidemia sebesar 4,4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang mempunyai asupan kalori tergolong baik.

Asupan protein, berdasarkan perbandingan protein hewani dan nabati pada kedua kelompok sampel tidak jauh berbeda, tetapi asupan total protein antara kedua kelompok berbeda secara bermakna. Namun, berdasarkan uji-t diperoleh bahwa orang dengan asupan protein berlebih memiliki peluang yang sama untuk menderita hiperlipidemia dengan orang dengan asupan protein tergolong baik.

Dalam hal asupan lemak, asupan kedua kelompok sampel berbeda secara bermakna. Berdasarkan uji-t diperoleh bahwa orang dengan asupan lemak berlebih memiliki peluang 2,85 kali lebih tinggi menderita hiperlipidemia daripada orang dengan asupan lemak tergolong baik. Sementara untuk vitamin dan mineral, baik asupan vitamin A, C, maupun kalsium berdasarkan uji-t, ketiganya tidak ada perbedaan antara penderita hiperlipidemia dan non-hiperlipidemia. Maka, berdasarkan penelitian ini, kemungkinan besar hiperlipidemia disebabkan kelebihan konsumsi kalori, protein, dan lemak.

Ada lima penelitian lain yang dapat disimak dalam buku ini, misalnya ?Pengkajian Diet pada Penderita Penyakit Jantung Koroner? atau ?Gambaran Status Gizi Penderita Hiperlipidemia Berdasarkan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Lengan Atas?. Selain itu, penelitian yang cukup menarik adalah penelitian dengan judul ?Tingkat Sensitivitas dan Spesifisitas Penentuan Berat Badan Ideal Berdasarkan Ukuran Rangka Tubuh dan Standar Brocca yang Dimodifikasi Dibandingkan Indeks Massa Tubuh pada Orang Dewasa Berusia 25 Tahun ke Atas?. Dua penelitian lain yang dikemas dalam buku ini adalah ?Obesitas Berdasarkan Tebal Lemak Bawah Kulit pada Penderita Hiperlipidemia? dan ?Gambaran Tipe Obesitas Penderita Hiperlipidemia dan Non-Hiperlipidemia Berdasarkan Rasio Lingkar Pinggang Terhadap Lingkar Panggul?.

Seluruh penelitian ini dikemas dengan menampilkan abstrak, pendahuluan, sedikit tinjauan pustaka, metodologi penelitian, hasil, sampai kesimpulan dan saran. Bagi dokter-dokter spesialis yang berminat dalam penelitian, peneliti muda, calon konsultan, serta mahasiswa-mahasiswa PPDS dan PPDU, buku ini sangat dianjurkan untuk membuka wawasan kita terhadap penelitian epidemiologi di bidang endokrinologi, gizi, dan metabolisme. Buku terbitan Balai Penerbit FKUI ini dijual di berbagai toko buku dan bursa buku kedokteran.


Judul Buku : Pengkajian Status Gizi, Studi Epidemiologi
Tebal : 250 halaman
Editor : Prof. DR. Dr. Sarwono Waspadji, Sp.PD-KEMD, Prof. Dr. Slamet Suyono, Sp.PD-KEMD, Kartini Sukardji, MCH, SA Budi Hartati, SKM, M.Kes